Saturday, 24 November 2012

bicara .....hak pada haknya



sekadar bicara ......rasa dari jiwa

hamparan kehidupan memberkas rasa
terasa amarah memuncak pada tangan-tangan yang hina
mengocak kedamaian hanya melimpahi kantung sendiri
membantutkan perpaduan dalam jelas dan tersembunyi


tanpa perduli darah pejuang membasahi bumi
begitu teruja dalam kebebasan berbaloi dan nyata
harga tidak ternilai demi kesempurnaan kehidupan seterusnya
melerai tiap ketakutan dek penjajah yang tahu mengheret poket penuh berisi ke tempat asalnya
mengembalikan kuntuman senyuman pada semua penghuni

tanpa perduli nasihat si tua yang pasti rasa garam masin atau sebaliknya
dianggap gurauan tanpa ambil pusing amanah dan tanggung-jawabnya
disepak terajang padahal situalah yang banyak menginjak ke arah kemajuan yang dinikmati
ditertawakan 


tanpa perduli hukum hakam yang ngeri kalau dipertontonkan melanggar batas dan sempadannya
menyepi tanpa gerun tika ke alam abadi

tanpa perduli bicara sumbang dalam dusta yang katanya benar belaka
berkokok tanpa berhenti menyeringai dalam menghimpun dosa yang tiada makna

tanpa perduli lolongan-lolongan ratap tangis kisah sebenar
hanya tahu bersendiwara dalam pelakun dan skrip yang telah tersedia lakunya

tanpa perduli tiap hak-hak dalam setiap sen yang diperguna
yang bermakna hanya persen dapat dilonggok menggunung demi kroni yang ada

tanpa perduli mata-mata bundar ada haknya
melakar dan mewarnai bumi suatu masa nanti
demi kesinambungan kelancaran kehidupan




No comments:

Post a Comment